Audiensi Hari Buruh 2026, Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Serap Aspirasi Pekerja.

Bandar Lampung (Sekilas Lampung) — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar audiensi bersama perwakilan serikat pekerja dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Senin (4/5/2026) pukul 10.30 WIB, dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung mewakili gubernur yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Lampung menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Lampung yang tidak dapat menghadiri langsung kegiatan tersebut karena tengah menjalankan agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan kementerian di Jakarta. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap memberikan perhatian penuh terhadap momentum Hari Buruh.
Audiensi ini dihadiri sejumlah tokoh buruh dan pimpinan organisasi pekerja, di antaranya Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Lampung Wiwin Hepriyanto, perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Lampung seperti Andi Gani, Hartawan, Ekor Hermawan selaku sekretaris, serta Jember Hidayat. Turut hadir pula para aktivis buruh dari berbagai sektor di Provinsi Lampung.
Dari unsur pemerintah, tampak sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, di antaranya Asisten I Setdaprov, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, serta perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam forum tersebut, Sekdaprov menekankan bahwa audiensi menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi pekerja. Pemerintah, kata dia, berkomitmen membuka kanal komunikasi yang konstruktif antara buruh dan pemangku kepentingan guna memastikan hak-hak pekerja dapat terpenuhi secara optimal.
“Kami siap mendengarkan dan menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan. Hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat juga akan kami teruskan agar mendapat perhatian,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh elemen buruh di Lampung yang telah menjaga kondusivitas peringatan Hari Buruh, baik yang mengikuti kegiatan di daerah maupun yang turut serta dalam aksi nasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 1 Mei lalu.
Menurutnya, kelancaran peringatan May Day tahun ini menunjukkan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antara serikat pekerja dan pemerintah. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas hubungan industrial di daerah.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis, dengan sejumlah perwakilan buruh menyampaikan berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan hak pekerja, kesejahteraan, hingga pengawasan terhadap perusahaan.
- Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak guna menciptakan iklim ketenagakerjaan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di daerah.
Post Comment