FBBMP Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur Lampung, Desak Perbaikan Nasib Buruh Temui Kiyai Mirza, Buruh Pelabuhan Panjang Minta Hak dan Kesejahteraan Diperjuangkan.

FBBMP Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur Lampung, Desak Perbaikan Nasib Buruh Temui Kiyai Mirza, Buruh Pelabuhan Panjang Minta Hak dan Kesejahteraan Diperjuangkan.

Bandar Lampung (sekilaslampung) — Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Panjang (FBBMP) menggelar aksi damai bertajuk “Curhat Dong” di depan Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026). Aksi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi para pekerja pelabuhan terkait persoalan kesejahteraan, perlindungan kerja, hingga dugaan penyimpangan dana koperasi pekerja yang dinilai merugikan buruh selama bertahun-tahun.

 

Aksi dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di Lapangan Korpri, Bandar Lampung. Massa aksi tampak membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan perbaikan upah, jaminan kerja yang lebih layak, serta permintaan pengusutan dugaan permasalahan dalam pengelolaan koperasi pekerja pelabuhan.

 

Meski diikuti ratusan peserta, aksi berlangsung tertib dan kondusif di bawah pengawalan aparat keamanan. Para buruh secara bergantian menyampaikan aspirasi dan keluhan mengenai kondisi kerja yang mereka hadapi sehari-hari di Pelabuhan Panjang.

 

Sekitar pukul 11.35 WIB, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang akrab disapa Kiyai Mirza menerima 15 perwakilan buruh di Ruang Saka Sembayan, Kantor Gubernur Lampung. Pertemuan berlangsung secara terbuka dan humanis serta turut disaksikan sejumlah awak media.

 

Salah satu peserta aksi sekaligus anggota FBBMP, Parno, mengatakan para buruh datang untuk meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi pekerja bongkar muat yang dinilai belum memperoleh kesejahteraan layak.

 

“Kita akan memperjuangkan buruh dan bersuara mengadu kepada Pak Gubernur, karena selama ini belum mendapatkan kesejahteraan yang layak,” ujarnya.

 

Dalam dialog tersebut, para perwakilan buruh menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami, mulai dari upah harian yang dianggap tidak sebanding dengan risiko kerja di lapangan, ketidakpastian perlindungan kerja, hingga dugaan penyimpangan pengelolaan dana koperasi pekerja.

 

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pemerintah provinsi akan menampung seluruh laporan dan melakukan tindak lanjut melalui koordinasi dengan pihak terkait.

 

“Kita tampung dan serap informasi serta keluhan yang ada. Pasti ada tindak lanjutnya,” tegas Kiyai Mirza usai pertemuan.

 

Aksi damai tersebut turut difasilitasi oleh Relawan RMD, kelompok relawan yang aktif sejak masa pemilihan gubernur dan diresmikan langsung oleh Rahmat Mirzani Djausal.

 

Ketua DPD Relawan RMD Provinsi Lampung, Kenedy, menyatakan pihaknya akan terus mengawal perjuangan buruh hingga persoalan yang disampaikan mendapat penyelesaian konkret. Ia juga menyoroti dugaan penggelapan dana koperasi pekerja yang nilainya disebut mencapai Rp27 miliar dalam kurun waktu tujuh tahun.

 

“Semua keluhan dari teman-teman buruh sudah kami sampaikan. Kami juga akan mendorong pengusutan tuntas terkait dugaan dana penggelapan sekitar Rp27 miliar selama 7 tahun yang dilakukan oleh koperasi tersebut. Perampasan hak buruh harus diselesaikan,” kata Kenedy.

 

FBBMP sendiri merupakan organisasi yang baru dibentuk sebagai wadah perjuangan kolektif buruh bongkar muat di Pelabuhan Panjang. Kehadiran forum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana konsolidasi pekerja dalam memperjuangkan hak-hak normatif dan kesejahteraan buruh pelabuhan.

 

Melalui aksi damai “Curhat Dong”, para pekerja berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat menjadi mediator dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi, sekaligus memastikan adanya perlindungan dan kehidupan yang lebih layak bagi buruh bongkar muat di Pelabuhan Panjang.

 

Pertemuan antara perwakilan buruh dan gubernur ditutup dengan komitmen untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan yang melibatkan instansi terkait serta pihak perusahaan guna mencari solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang disampaikan para pekerja.(P)

Post Comment

You May Have Missed