Tanggul Jebol di Bumi Waras, Empat Rumah Warga Akan Dibangun Kembali Lewat Program Bedah Rumah.

Tanggul Jebol di Bumi Waras, Empat Rumah Warga Akan Dibangun Kembali Lewat Program Bedah Rumah.

 

Sekilas Lampung — Peristiwa jebolnya tanggul di Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Banjir yang terjadi akibat luapan air dengan debit tinggi tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah serta korban jiwa.

 

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung ke lokasi untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Suasana haru menyelimuti rumah duka saat kunjungan tersebut, mencerminkan kesedihan yang dirasakan tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh pemerintah dan masyarakat luas.

 

“Duka ini adalah duka kita bersama. Tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan yang dirasakan keluarga korban. Namun kami hadir untuk memastikan mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit ini,” ujar Eva Dwiana.

 

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah, pihaknya memastikan akan segera melakukan langkah konkret untuk membantu warga terdampak. Salah satunya melalui program bedah rumah bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat banjir.

 

“InsyaAllah, rumah yang rusak akan kita bangun kembali melalui program bedah rumah. Ada empat rumah yang akan segera kita tindak lanjuti agar kembali menjadi tempat yang layak dan aman untuk dihuni,” tambahnya.

 

Selain itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menyoroti pentingnya penanganan menyeluruh terhadap aliran sungai guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Untuk itu, dukungan dan kerja sama dari Balai

 

Besar Wilayah Sungai (BBWS) sangat diharapkan, mengingat kewenangan pengelolaan sungai berada di bawah instansi tersebut.

 

Menurut Eva, sinergi antara pemerintah daerah dan BBWS menjadi kunci utama dalam melakukan normalisasi sungai serta penguatan tanggul agar lebih mampu menahan debit air tinggi saat musim hujan.

 

Peristiwa jebolnya tanggul ini sendiri dipicu oleh meningkatnya debit air. Air yang tidak lagi tertampung akhirnya meluap dan merusak tanggul, hingga menyebabkan banjir yang berdampak luas pada permukiman warga di sekitar lokasi.

 

Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Upaya bersama dinilai penting tidak hanya dalam penanganan pascabencana, tetapi juga dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan terhindar dari risiko serupa.

 

“Mari kita saling menguatkan, saling menjaga, dan terus bergotong royong demi keselamatan bersama,” tutupnya.(P)

Post Comment

You May Have Missed