Rayza Aldira, Musisi Asal Lampung yang Konsisten Membawa Paduan Suara Daerah ke Panggung Dunia

Rayza Aldira, Musisi Asal Lampung yang Konsisten Membawa Paduan Suara Daerah ke Panggung Dunia

SekilasLampung //Lampung Perjalanan seni Rayza Aldira telah dimulai sejak usia muda. Ketertarikannya terhadap dunia musik tumbuh melalui berbagai festival dan perlombaan seni di Lampung yang diikutinya sejak remaja. Dari panggung-panggung lokal tersebut, Rayza mulai membangun karakter musikal, disiplin artistik, serta kecintaannya terhadap seni paduan suara.

Kecintaan itu terus berkembang hingga membentuk dirinya sebagai musisi, pengajar vokal, dan penggerak komunitas yang aktif memperjuangkan perkembangan musik paduan suara di Lampung.

 

Setelah lulus sekolah menengah pada tahun 2009, Rayza aktif berkegiatan seni di lingkungan Politeknik Negeri Lampung. Di kampus tersebut, ia turut membangun dan mengembangkan Gita Merpati sebagai wadah kreativitas mahasiswa di bidang vokal.

 

Perjalanan musikalnya terus berkembang ketika Rayza dipercaya menjadi pengajar di Darmasuara IBI Darmajaya Lampung. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan Rayza sebagai pengajar dan pelatih vokal.

 

Pada tahun 2011, Rayza menggagas berdirinya Allegria Choir. Kehadiran kelompok ini mendapat perhatian besar dari masyarakat Lampung dan menjadi salah satu tonggak penting perkembangan paduan suara daerah pada masa itu.

 

Audisi Allegria Choir yang dilaksanakan di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung diikuti sekitar 1.400 peserta. Antusiasme besar tersebut memperlihatkan tingginya minat generasi muda terhadap seni paduan suara di Lampung.

 

Melalui Allegria Choir, Rayza bersama tim berhasil menyumbangkan medali perak pada ajang kompetisi paduan suara internasional. Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting yang menunjukkan bahwa kelompok paduan suara asal Lampung mampu bersaing di tingkat dunia.

 

Pengalaman panjang di dunia musik kemudian membawanya aktif bersama Lampung Choir yang berkolaborasi dengan Lampung Orchestra di bawah asuhan Sutarko bersama para musisi Lampung lainnya. Dari perjalanan itu, Rayza semakin memperkuat visinya untuk membangun ruang pendidikan musik yang lebih luas bagi generasi muda.

 

Pada tahun 2020, di tengah pandemi COVID-19 dan masa lockdown yang membuat banyak aktivitas seni berhenti, Rayza justru mendirikan Betik Music Academy di Lampung. Dari akademi tersebut lahir Lampung Choral Academy yang kemudian membentuk Betik Youth Singers dan Betik Children’s Choir pada periode 2020 hingga 2023.

 

Meski tumbuh di tengah keterbatasan pandemi, kelompok binaan tersebut berhasil meraih empat medali emas pada kompetisi paduan suara internasional. Prestasi itu memperkuat posisi Rayza sebagai salah satu penggerak paduan suara muda dari daerah yang konsisten membawa identitas budaya Lampung ke tingkat internasional.

 

Salah satu perjalanan yang turut menjadi perhatian publik adalah ketika Putri Ariani tergabung dalam Betik Youth Singers binaan Rayza Aldira dan turut membawa nama Lampung melalui perjalanan musikalnya hingga dikenal di panggung internasional. Putri kemudian menjadi finalis America’s Got Talent dan dikenal sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang berhasil mencuri perhatian dunia.

 

Namun perjalanan Rayza tidak selalu berjalan mulus. Tahun 2023 menjadi salah satu fase berat ketika aktivitas komunitas di Lampung sempat terhenti akibat berbagai tantangan dan situasi yang dinilai kurang mendukung perkembangan komunitas seni independen.

 

Meski demikian, Rayza memilih tetap melangkah. Ia kemudian memperluas gerakan pendidikan musiknya ke Jakarta dengan mendirikan Jakarta Choral Academy sebagai induk program dari Betik Jawara Singers.

 

Saat ini, Jakarta Choral Academy berada di bawah binaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 2025, Betik Jawara Singers berhasil menorehkan medali emas pertama pada ajang kompetisi internasional sebagai bagian dari perjalanan baru komunitas tersebut di Jakarta.

 

Di tingkat internasional, kiprah Rayza juga mulai mendapat perhatian lebih luas. Ia pernah dipercaya menjadi juri dalam JSFest Finland tahun 2023 dan dikabarkan kembali akan terlibat sebagai juri pada penyelenggaraan tahun 2028 di Finlandia.

 

Saat ini, Rayza aktif mengembangkan kapasitas musikalnya di Jakarta dengan bergabung bersama Batavia Madrigal Singers serta mengikuti berbagai rangkaian konser Jakarta Concert Orchestra di bawah arahan Avip Priatna.

 

Tidak hanya aktif dalam konser dan paduan suara profesional, Rayza juga memperdalam kemampuan musikalnya melalui kelas vokal bersama Avip Priatna serta mempelajari teknik konduktor melalui kelas master bersama Tommy Prabowo sebagai bagian dari perjalanan artistiknya yang terus berkembang.

 

Di tengah perjalanan panjang tersebut, Rayza Aldira juga menyimpan harapan besar agar Lampung kembali membuka ruang bagi komunitas seni untuk tumbuh dan berkarya. Ia berharap pemerintah provinsi, kota, maupun kabupaten di Lampung dapat membuka jalan kolaborasi bagi komunitas paduan suara dan generasi muda agar ekosistem seni daerah dapat kembali berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

 

Bagi Rayza, seni bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga tentang membangun karakter, memperkenalkan budaya daerah, serta menciptakan ruang positif bagi anak-anak muda untuk berkembang. Ia percaya bahwa Lampung memiliki potensi besar di bidang seni musik dan paduan suara apabila mendapat dukungan, perhatian, dan kesempatan yang lebih luas.

 

Bagi Rayza Aldira, musik bukan sekadar harmoni suara. Musik adalah perjuangan, pendidikan, dan cara memperkenalkan identitas budaya daerah kepada dunia. Dari Lampung menuju Jakarta hingga panggung internasional, perjalanan itu menjadi bukti bahwa karya besar dapat lahir dari daerah dan tumbuh melalui dedikasi, keberanian, serta keyakinan yang tidak pernah padam(p).

Post Comment

You May Have Missed