Pelantikan Pejabat Baru Pemprov Lampung, Gubernur Tekankan Profesionalisme dan Dampak Nyata.

Bandar Lampung (sekilaslampung) — Pemerintah Provinsi Lampung resmi melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan kinerja birokrasi. Pelantikan ini mencakup sejumlah posisi strategis di sektor perekonomian, energi, pariwisata, hingga pengelolaan keuangan daerah.
Dalam rotasi tersebut, Asrul Kristianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Mineral dan Batubara pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung.
Sejumlah pejabat lain yang turut dilantik antara lain Bani Istriyanto di sektor Kelautan dan Perikanan, Linda pada bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan, Irawan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Desi di sektor perkebunan, serta Toni Berdinata sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.
Sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan secara terukur, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, pengisian jabatan tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui evaluasi kinerja yang komprehensif serta mekanisme seleksi terbuka berbasis sistem merit.
“Ini adalah komitmen bersama untuk memastikan setiap posisi strategis diisi oleh figur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan dalam menjawab tantangan pembangunan daerah,” ujar Marindo.
Lebih lanjut disampaikan, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, sehingga para pejabat yang baru dilantik dituntut mengedepankan profesionalisme, integritas, dan orientasi pelayanan publik.
Gubernur juga menekankan tiga poin utama dalam arahannya. Pertama, bekerja secara profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kedua, membangun sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mengingat keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara individual. Ketiga, memastikan setiap kebijakan dan program memiliki dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, para pejabat diingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang dapat dievaluasi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, mereka diminta terus meningkatkan kinerja, adaptif terhadap perubahan, serta responsif terhadap kebutuhan publik.
“Jabatan adalah kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tunjukkan kinerja terbaik dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdampak.
Pemerintah Provinsi Lampung optimistis, dengan formasi kepemimpinan yang baru, target pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal menuju visi Lampung maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Sesuai ketentuan peraturan .(P)
Post Comment