Jalan Badak Sidodadi Rusak Meski Baru Diaspal, Warga Soroti Kualitas Proyek.

Bandar Lampung (sekilaslampung) — Kerusakan jalan kembali menjadi keluhan masyarakat di Jalan Badak, Kelurahan Sidodadi, Kota Bandar Lampung. Warga menyoroti kondisi jalan yang dinilai cepat rusak meski proyek pengaspalan disebut baru selesai beberapa bulan lalu.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah titik di badan jalan mengalami kerusakan cukup serius. Permukaan aspal terlihat mengelupas di beberapa bagian, sementara sejumlah titik lainnya tampak amblas dan berlubang. Ukuran lubang pun bervariasi, mulai dari lubang kecil hingga lubang cukup besar yang dinilai membahayakan pengendara.
Kondisi tersebut membuat pengendara, terutama sepeda motor, terpaksar mengurangi kecepatan saat melintas. Situasi semakin berisiko ketika malam hari karena minimnya pencahayaan di sekitar jalan. Saat hujan turun, genangan air yang menutupi lubang juga meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Baru beberapa bulan selesai diaspal tapi sekarang sudah banyak lubang. Kalau malam atau hujan sangat berbahaya bagi pengendara motor karena lubangnya tidak terlihat jelas,” ujar salah seorang warga, Kamis (21/5/2026).
Warga Pertanyakan Mutu Pengerjaan
Masyarakat sekitar mulai mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek pengaspalan jalan tersebut. Pasalnya, proyek yang dikerjakan pada akhir tahun 2025 itu belum genap setahun digunakan, namun kerusakan sudah muncul di berbagai titik.
Warga menilai kerusakan dalam waktu singkat tidak seharusnya terjadi apabila pengerjaan dilakukan sesuai standar kualitas. Mereka menduga ada persoalan dalam proses pengerjaan, baik dari sisi kualitas material maupun pengawasan proyek selama pelaksanaan berlangsung.
Menurut warga, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pembangunan infrastruktur lainnya.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya mengejar penyelesaian proyek secara administratif, tetapi juga benar-benar memperhatikan kualitas pembangunan supaya jalan bisa bertahan lama dan aman digunakan masyarakat,” kata warga lainnya.
Ganggu Mobilitas dan Keselamatan Pengguna Jalan
Kerusakan jalan di kawasan Sidodadi dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari. Pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas dan sering kali mengurangi kecepatan untuk menghindari lubang di badan jalan.
Akibatnya, arus kendaraan di ruas jalan tersebut menjadi lebih lambat, terutama pada jam-jam sibuk. Jalan Badak sendiri merupakan salah satu akses penting bagi warga Sidodadi dan wilayah sekitarnya sehingga kerusakan infrastruktur langsung memengaruhi mobilitas masyarakat.
Persoalan jalan rusak juga kembali memunculkan sorotan publik terhadap efektivitas penggunaan anggaran pembangunan infrastruktur. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum kondisi jalan semakin parah dan menimbulkan korban kecelakaan.
Masyarakat juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek-proyek infrastruktur, khususnya pekerjaan jalan, agar kualitas pembangunan benar-benar sesuai standar dan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.(P)
Post Comment