Turnamen Biliar Berhadiah Rp448 Juta Diduga Catut Logo KONI dan POBSI Lampung.

Bandar Lampung, (Sekilas lampung) — Pelaksanaan Tournament 9 Ball Lengs International Championship 2026 dengan total hadiah mencapai Rp448 juta menuai polemik. Selasa, (3/3/26).
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Kota Bandar Lampung tersebut diduga mencatut logo Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung dan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi Lampung tanpa pemberitahuan resmi.
Dugaan itu, mencuat setelah beredarnya flayer atau selebaran turnamen di media sosial. Dalam flayer tersebut tercantum informasi lengkap mengenai waktu dan tempat pelaksanaan, biaya pendaftaran, serta rincian total hadiah sebesar Rp448 juta. Selain menampilkan logo rumah biliar selaku pelaksana, flayer juga memuat logo KONI Lampung dan POBSI Lampung.
Namun, saat dikonfirmasi media ini, baik KONI maupun POBSI Lampung menyatakan belum menerima pemberitahuan maupun permohonan izin resmi terkait penyelenggaraan turnamen tersebut.
Salah satu pengurus KONI Lampung yang ditemui pada Sabtu (28/2/2026) menegaskan bahwa pihaknya belum mengetahui rencana pelaksanaan kejuaraan tersebut.
“Belum ada pemberitahuan ke kami terkait turnamen itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan logo atau simbol organisasi tanpa pemberitahuan dan persetujuan resmi merupakan pelanggaran etika kelembagaan. Menurutnya, setiap kegiatan olahraga yang mencantumkan logo KONI wajib melalui mekanisme administrasi dan koordinasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika memang tidak ada izin resmi, tentu hal ini menjadi perhatian serius. Kami bisa mengambil langkah sesuai aturan organisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua POBSI Provinsi Lampung, Taufan Aditya Irana, juga mengaku belum menerima konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara. Turnamen tersebut diketahui akan digelar oleh Lengs Billiard and Cafe yang berlokasi di Jalan Putri Balau, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung.
“Belum ada konfirmasi ke kami, belum ada izin. Nanti akan kami rapatkan bersama pengurus harian terkait pertandingan yang belum berizin ini,” ujar Taufan saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa setiap turnamen biliar, terlebih yang mengatasnamakan kejuaraan internasional, wajib berkoordinasi dengan POBSI sebagai induk organisasi cabang olahraga biliar di tingkat provinsi.
Di sisi lain, pihak Lengs Billiard Kedamaian Bandar Lampung melalui Supervisor Marketing, Catur, mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi kepada KONI maupun POBSI Lampung terkait penggunaan logo tersebut.
Menurutnya, proses pengurusan administrasi belum dilakukan karena persiapan turnamen dinilai berlangsung secara mendadak.
“Jujur saja, persiapan turnamen internasional ini terkesan mendadak. Dari panitia pusat meminta agar flayer segera diterbitkan karena waktunya berdekatan dengan Lebaran. Memang kami belum mengurus secara formal ke POBSI Lampung,” jelasnya, Minggu (1/3/2026).
Polemik ini memunculkan pertanyaan terkait legalitas dan tata kelola penyelenggaraan turnamen olahraga di daerah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut apakah turnamen tersebut akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal atau menunggu penyelesaian administrasi dengan pihak terkait.(P)
Post Comment