RS Airan Raya Klarifikasi Isu Penyebab Banjir di Way Hui, Sebut Hujan Deras dan Drainase Lingkungan Jadi Faktor.

RS Airan Raya Klarifikasi Isu Penyebab Banjir di Way Hui, Sebut Hujan Deras dan Drainase Lingkungan Jadi Faktor.

Lampung Selatan, (Sekilas Lampung) – Manajemen RS Airan Raya memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa banjir yang terjadi di Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, pada Jumat (6/3/2026), disebabkan oleh aktivitas rumah sakit tersebut.

Klarifikasi tersebut disampaikan pihak Humas RS Airan Raya kepada awak media pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di ruang tamu Humas rumah sakit.

Dalam keterangannya, manajemen rumah sakit menilai informasi yang beredar di media sosial cenderung tendensius dan tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada 6 Maret 2026 dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Dampak hujan deras tersebut tidak hanya dirasakan di Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, lampung selatan, tetapi juga terjadi di beberapa wilayah lain di lampung selatan hingga kota bandar lampung.

Menurut manajemen RS Airan Raya, aliran air yang masuk ke permukiman warga tidak semata-mata berasal dari kawasan rumah sakit. Air hujan disebut datang dari berbagai arah di wilayah sekitar yang kemudian berkumpul di titik-titik rendah, termasuk di kawasan permukiman warga.

Kondisi tersebut, lanjut pihak rumah sakit, diperparah oleh sistem drainase di lingkungan permukiman warga yang dinilai belum berfungsi secara optimal. Bahkan, di beberapa titik di sepanjang Jalan Airan Raya, Desa Way Hui, disebut belum memiliki saluran drainase yang memadai.

“Akibat kondisi tersebut, aliran air dari lingkungan sekitar justru mengarah ke area RS Airan Raya, termasuk masuk ke dalam sistem drainase atau selokan pembuangan yang berada di lingkungan rumah sakit,” jelas pihak manajemen.

Namun karena volume air yang sangat besar saat hujan deras, saluran drainase yang ada tidak mampu menampung seluruh aliran air. Kondisi itu kemudian menimbulkan genangan yang berdampak baik pada lingkungan rumah sakit maupun permukiman warga di sekitarnya.

Manajemen RS Airan Raya juga menegaskan bahwa sejak tahap pembangunan hingga setelah mulai beroperasi, pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi terhadap potensi banjir.

Salah satunya dengan membangun saluran drainase sepanjang kurang lebih 621 meter di luar area rumah sakit yang mengarah hingga ke anak Sungai Way Hui.

Saluran drainase tersebut dibangun di atas lahan milik warga yang secara sukarela mengikhlaskan sebagian tanahnya untuk digunakan sebagai jalur pembangunan saluran air. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap potensi banjir di kawasan sekitar rumah sakit.

Meski demikian, tingginya intensitas hujan pada saat kejadian, ditambah dengan kondisi pendangkalan serta penyempitan aliran sungai di wilayah sekitar, menyebabkan debit air yang mengalir tidak dapat tertampung secara maksimal, termasuk oleh drainase yang telah dibangun pihak rumah sakit.

Selain menjelaskan mengenai sistem drainase, RS Airan Raya juga menyampaikan bahwa pihaknya memiliki sejumlah program kepedulian sosial bagi masyarakat di sekitar lingkungan rumah sakit.

Salah satu program tersebut adalah penyediaan kuota kepesertaan BPJS Kesehatan bagi sekitar 300 warga yang tinggal di sekitar area rumah sakit. Premi BPJS tersebut, menurut pihak manajemen, dibayarkan oleh RS Airan Raya setiap bulan sejak tahun 2019 sebagai bagian dari komitmen sosial rumah sakit kepada masyarakat di wilayah operasionalnya.

Manajemen RS Airan Raya juga menyampaikan empati kepada seluruh warga yang terdampak banjir pada 6 Maret 2026, baik yang berada di wilayah lampung selatan maupun kota bandar lampung.

Pihak rumah sakit berharap peristiwa tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sistem drainase serta aliran air di kawasan permukiman.

Selain itu, RS Airan Raya juga berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. (Aly)

Post Comment

You May Have Missed