Pengadaan Laptop Dana BOS SDN 6 Padang Cermin Disorot, Muncul Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi.

Pengadaan Laptop Dana BOS SDN 6 Padang Cermin Disorot, Muncul Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi.

 

Sekilas Lampung – Dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat. Kali ini sorotan tertuju pada SDN 6 Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, terkait pengadaan laptop yang seharusnya menunjang kegiatan belajar mengajar namun diduga bermasalah.

Berdasarkan penelusuran tim investigasi, pihak sekolah di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Syahrir, tercatat menganggarkan Dana BOS untuk pembelian dua unit laptop baru. Satu unit dianggarkan pada tahun 2024 dan satu unit lainnya pada anggaran tahun 2025.

Kejanggalan muncul ketika aset tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi pengadaan. Seorang wali murid yang identitasnya dirahasiakan mengaku menerima “pinjam pakai” salah satu laptop dari pihak sekolah. Namun, perangkat yang diterima disebut dalam kondisi mati total.

“Intine ATK goh mak idok,” ujar narasumber dalam bahasa Lampung, yang berarti barang tersebut diduga tidak memiliki fisik nyata atau bersifat fiktif.

Temuan ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin perangkat yang baru dibeli melalui anggaran resmi sudah tidak berfungsi saat diserahkan? Dugaan pun mengarah pada kemungkinan barang bekas, pengadaan fiktif, atau sekadar formalitas administratif demi pencairan anggaran.

Tim investigasi telah berupaya menghubungi Kepala Sekolah Syahrir melalui pesan singkat dan sambungan telepon selama beberapa hari. Saat dihubungi melalui telepon WhatsApp pada Jumat pagi (13/2/2026) pukul 07.22 WIB, Syahrir membenarkan adanya anggaran pembelian laptop.

“Memang betul ada anggaran dana BOS untuk pembelanjaan dua laptop. Satu unit tahun 2024 dan satu unit lagi anggaran 2025,” ujarnya singkat.

Ia juga menyampaikan sedang menjalani cuti karena kondisi kesehatan.

Namun, saat ditemui kembali pada 25 Februari 2026, Syahrir menegaskan bahwa kedua laptop tersebut dalam kondisi baik.

“Memang betul ada pengajuan dana BOS untuk anggaran dua buah laptop, satu pada tahun 2024 dan satu pada tahun 2025. Kedua laptop tersebut masih dapat dipergunakan untuk kepentingan sekolah kami dan tidak ada kerusakan,” jelasnya.

Post Comment

You May Have Missed