Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Pekon Kenali, Tiga Unit Terdampak.

Lampung Barat (sekilas lampung) – Peristiwa kebakaran hebat melanda permukiman warga di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, pada Senin siang (23/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan tiga unit rumah warga terdampak, dengan dua di antaranya hangus terbakar hingga rata dengan tanah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya yang mayoritas merupakan rumah kayu panggung, sehingga mempercepat penyebaran api.
Seorang warga setempat yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa sumber api berasal dari instalasi listrik.
“Api berasal dari konsleting listrik,” ujarnya.
Kondisi bangunan yang didominasi material kayu membuat api sulit dikendalikan pada tahap awal. Warga yang panik berusaha memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya sembari menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
Dari total tiga rumah yang terdampak, dua rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara satu rumah panggung lainnya berhasil diselamatkan berkat upaya cepat warga yang bahu-membahu melakukan pemadaman sebelum api semakin meluas.
Sekitar satu jam setelah kejadian, satu unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Pekon Kenali tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung cukup intens.
Di tengah situasi darurat tersebut, sempat terjadi kericuhan di lokasi akibat kepanikan warga. Namun, kondisi berhasil segera dikendalikan oleh masyarakat setempat sehingga tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Ratusan warga terlihat turut membantu proses evakuasi, mengamankan barang-barang milik korban yang masih dapat diselamatkan dari sisa kobaran api. Solidaritas warga menjadi faktor penting dalam penanganan awal musibah ini.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta bahkan lebih.
Peristiwa ini juga memunculkan sorotan dari masyarakat terkait minimnya armada pemadam kebakaran di wilayah tersebut. Keterbatasan fasilitas dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api cepat membesar sebelum berhasil dikendalikan(p)
Post Comment