Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung: Isi Ramadan Dengan Kultum dan Kegiatan Sosial.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung: Isi Ramadan Dengan Kultum dan Kegiatan Sosial.

SekilasLampung – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumaidi, memanfaatkan momentum penuh berkah tersebut dengan memperbanyak kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Selain tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat, Agus Djumaidi dijadwalkan mengisi kuliah tujuh menit (kultum) sekaligus menjadi imam salat di masjid, khususnya di wilayah: Langkapura, Rajabasa dan Kemiling kota bandar lampung. Senin, (23/2/2026).

Dalam keterangannya kepada: media sekilas lampung, ia menyampaikan bahwa aktivitas memberikan kultum dan menjadi imam salat bukanlah hal baru baginya. Kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak masih duduk di bangku kuliah hingga menetap dan berkiprah di kota bandar lampung.

“Sejak masih mahasiswa dan merantau di bandar lampung, saya sudah terbiasa mengisi kultum dan menjadi imam, terutama saat ramadan. Hingga sekarang, kegiatan ini tetap menjadi rutinitas,” ujarnya.

Selama ramadan, Agus Djumaidi tetap menjalankan berbagai agenda partai dan kedewanan, di samping aktivitas sosial bersama masyarakat. Namun demikian, pada awal Ramadan ia memilih untuk memprioritaskan kebersamaan dengan keluarga.

Ia menjelaskan bahwa lima hari pertama ramadan diisi dengan mempererat hubungan bersama keluarga inti dan keluarga besar. Setelah itu, ia mulai memenuhi berbagai undangan buka puasa bersama masyarakat serta konstituen di daerah pemilihannya.

“Puasa hari pertama hingga ketiga saya masih bersama keluarga. Setelah itu, saya mulai memenuhi undangan buka puasa bersama masyarakat. Biasanya memasuki pekan kedua hingga akhir ramadan, aktivitas semakin padat,” jelasnya.

Menurutnya, menjaga keseimbangan antara tugas sebagai pejabat publik dan peran sebagai kepala keluarga merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan, terlebih di bulan suci yang sarat nilai spiritual.

Agus Djumaidi menilai ramadan sebagai momentum yang tidak selalu dapat ditemui setiap tahun. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan ibadah dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur.

Menurutnya, menjalani ramadan dengan hati yang gembira akan membuat ibadah terasa lebih ringan dan berdampak positif terhadap kehidupan setelah bulan suci berakhir.

“Ramadan adalah momentum yang belum tentu kita temui lagi di masa depan. Mari kita optimalkan dengan ibadah sepenuh hati dan menjalaninya dengan penuh kegembiraan. Insyaallah hasilnya akan membawa kebaikan bagi kehidupan kita setelah ramadan,” katanya.

Ia juga berharap ramadan dibulan ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

Dengan rangkaian kegiatan ibadah, sosial, dan pelayanan masyarakat tersebut, Ramadan bagi Ketua Komisi III DPRD kota bandar lampung menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan hubungan antara pemimpin daerah dan masyarakat yang dilayaninya.

(Ali)

Post Comment

You May Have Missed