KKN Bilateral Unila–Unib Perkuat Pengabdian Masyarakat, Angkat Isu Pengelolaan Sampah di Kabupaten Kaur.

KKN Bilateral Unila–Unib Perkuat Pengabdian Masyarakat, Angkat Isu Pengelolaan Sampah di Kabupaten Kaur.

KAUR, Bengkulu (SekilasLampung) – Universitas Lampung (Unila) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi/Bilateral Periode 108 bersama Universitas Bengkulu (Unib). Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. bersama Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, dalam kegiatan Festival Danau Kembar yang dirangkaikan dengan Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Bilateral di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Senin (13/7/2026).

 

Kehadiran kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan KKN sekaligus bentuk dukungan terhadap implementasi program pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.

 

Pada pelaksanaan KKN Bilateral tahun ini, Unila mengirimkan enam mahasiswa terbaik yang telah melalui proses seleksi. Mereka ditempatkan di dua wilayah, yakni Kecamatan Maje dan Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, dengan fokus utama program pada pengelolaan sampah sebagai isu lingkungan yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

 

Dalam sambutannya saat Monitoring dan Evaluasi, Lusmeilia Afriani mengatakan partisipasi Unila dalam KKN Bilateral merupakan wujud konsistensi kampus dalam menghadirkan pendidikan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Menurutnya, kerja sama KKN Bilateral antara Unila dan Universitas Bengkulu telah berlangsung selama beberapa tahun dan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

 

“KKN Bilateral ini sudah menjadi program kerja sama antara Unila dan Unib sejak beberapa tahun yang lalu. Bagi adik-adik mahasiswa, kegiatan ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah,” ujar Lusmeilia.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berlangsung secara timbal balik. Selain mengirim mahasiswa ke Provinsi Bengkulu, Unila juga menerima mahasiswa Universitas Bengkulu untuk melaksanakan KKN di Provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Pesawaran.

 

Skema pertukaran mahasiswa dalam kegiatan pengabdian tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan peserta, memperkuat kolaborasi antardaerah, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

 

Sementara itu, Festival Danau Kembar menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian KKN Bilateral. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa Unila dan Unib untuk mempresentasikan berbagai inovasi serta hasil program kerja yang berfokus pada pengelolaan sampah, mulai dari edukasi masyarakat, pengolahan limbah, hingga upaya peningkatan kesadaran lingkungan.

 

Melalui festival tersebut, hasil pengabdian mahasiswa tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Kaur.

 

Dalam kunjungan tersebut, Rektor Unila didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Suripto Dwi Yuwono, Dekan Fakultas Pertanian, Kuswanta Futas Hidayat, Dekan FMIPA, Heri Satria, Sekretaris LPPM, Suparman Arif, Kepala Pusat KKN LPPM, Diky Hidayat, para dosen pembimbing lapangan, serta jajaran pimpinan Universitas Bengkulu.

 

Program KKN Bilateral Unila–Unib diharapkan terus memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus melahirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan di daerah.(P)

Post Comment

You May Have Missed