Harga Plastik Melonjak, Sekjen Demokrat Soroti Dampak Konflik Global dan Ketergantungan Impor.

Harga Plastik Melonjak, Sekjen Demokrat Soroti Dampak Konflik Global dan Ketergantungan Impor.

Sekilas Lampung — Keluhan masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkait melonjaknya harga plastik menjadi perhatian serius. Kenaikan harga tersebut dinilai tidak terlepas dari dinamika politik global yang turut memengaruhi stabilitas harga bahan baku di dalam negeri.

 

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat diwawancarai oleh media Sekilas Lampung di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Bandar Lampung, Sabtu (11/4/2026).

 

Menurutnya, lonjakan harga plastik saat ini berkaitan erat dengan kondisi internasional. Ia menjelaskan bahwa konflik yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Irak turut memicu ketidakstabilan harga energi dunia, khususnya minyak bumi.

 

“Plastik itu bahan bakunya berasal dari produk turunan minyak (front oil). Ketika harga minyak dunia naik akibat konflik global, otomatis harga bahan baku plastik ikut terdampak,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, Indonesia yang masih berstatus sebagai negara net importir untuk sejumlah kebutuhan bahan baku industri, termasuk plastik, sangat rentan terhadap fluktuasi harga internasional. Kondisi ini berdampak langsung pada pelaku usaha, terutama UMKM yang sangat bergantung pada bahan plastik untuk kemasan dan produksi.

 

Lebih lanjut, Herman juga menyinggung adanya faktor-faktor lain yang turut memengaruhi rantai distribusi dan harga, termasuk kebijakan tertentu yang dapat membatasi pergerakan barang atau komoditas, sehingga mempersempit pasokan di pasar.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar memperkuat kemandirian sektor industri dalam negeri.

 

Ia mendorong agar pemerintah mempercepat upaya substitusi impor melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, terutama untuk bahan baku strategis seperti plastik.

 

“Kita harus mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor. Kalau kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi sendiri dan diproduksi secara massal, maka ini akan menjadi faktor penentu dalam menstabilkan harga,” tegasnya.

 

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya akan membantu menekan harga di pasar, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

 

Herman berharap, dengan kebijakan yang tepat dan dukungan terhadap industri domestik, persoalan kenaikan harga bahan baku seperti plastik dapat segera teratasi, sehingga tidak terus membebani masyarakat dan pelaku UMKM di berbagai daerah, termasuk di lampung.(P)

Post Comment

You May Have Missed