Halal Bihalal Partai Demokrat Lampung: Tekankan Soliditas Kader dan Respons Isu Sosial, Termasuk Dugaan Beasiswa Ganda.

Sekilas Lampung — Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan jajaran pengurus Partai Demokrat di Provinsi Lampung untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merespons berbagai isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Bandar Lampung pada Selasa (11/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, dihadiri oleh perwakilan pengurus dari tingkat pusat hingga daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat yang hadir mewakili pimpinan pusat menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi atas berbagai kekurangan serta penguatan komitmen kader dalam menghadapi dinamika sosial dan politik ke depan.
Ia menegaskan bahwa seluruh struktur partai, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus tetap menjaga soliditas dan solidaritas antar kader. Selain itu, kader juga diminta terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang solutif.
“Dalam situasi sosial kemasyarakatan saat ini, Demokrat ingin menjadi bagian dari solusi. Bukan hanya soal target suara dan kursi, tetapi bagaimana kita benar-benar berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk keterbukaan kepada publik, Partai Demokrat juga mendorong pemanfaatan kantor partai sebagai ruang aspirasi masyarakat. Bahkan, fasilitas kantor partai disebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, seperti acara pernikahan maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandar Lampung, Budiman, menyampaikan bahwa perjuangan mempertahankan eksistensi partai di daerah bukanlah hal mudah. Oleh karena itu, sinergi antar pengurus menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan dan kepercayaan publik.
Terkait dinamika politik nasional, ia menyebut bahwa setiap partai memiliki harapan untuk mengusung kader terbaiknya dalam kontestasi kepemimpinan nasional ke depan.
“Semua partai tentu memiliki keinginan yang sama, termasuk dalam menyiapkan figur terbaik untuk kepemimpinan nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, dalam forum tersebut juga mencuat perhatian terhadap isu dugaan penyaluran ganda beasiswa di lingkungan kampus yang tengah menjadi sorotan publik. Berdasarkan informasi yang beredar, kasus tersebut saat ini sedang dalam proses audit oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI) kampus terkait.
Sejumlah pihak mempertanyakan kemungkinan adanya kelalaian atau bahkan unsur kesengajaan dalam proses verifikasi data penerima beasiswa. Pasalnya, mekanisme penyaluran beasiswa seharusnya melalui tahapan verifikasi yang ketat sebelum dana dicairkan kepada mahasiswa.
Dugaan adanya mahasiswa yang menerima beasiswa hingga dua kali lipat (double) memunculkan pertanyaan besar mengenai sistem pengawasan dan validasi data di internal kampus. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait pihak yang bertanggung jawab atas permasalahan tersebut.
Pihak terkait diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik guna menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
Dengan berbagai isu yang berkembang, Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi(p)
Post Comment